Selasa, 07 Juni 2016

I'm sooooooo "Lawas"

Halo, readers! Mungkin kalian bosan dengan postinganku tentang jurnal real life kan? Sebenarnya memang tidak penting aku menulis jurnal kehidupanku dan membagikannya kepada kalian, namun itu harus kulakukan. Kenapa? karena setiap tulisan yang kutulis adalah pengingat. Aku butuh tulisan itu suatu hari nanti jadi harus kusimpan. Pertanyaan selanjutnya, kenapa tidak pakai diary aja sih? Nah, kalau itu, ini jawabannya mari aku jelaskan. Jadi begini... sebenernya aku punya diary, tapi aku pikir ribet untuk membawanya kemana-mana karena yang pertama aku suka berganti tas kalau berpergian, jadi kadang suka ketinggalan disalah satu tas kalau saat ingin di bawa, yang kedua adalah karena aku suka lupa letakkinnya dimana. Maklum, menghindari adikku yang usil pengen ngebaca.  Alasan selanjutnya adalah, separuh hidup aku banyak dihabiskan didepan monitor, well... lebih praktis aja kalau mau nulis di blog kan ya? dont say no! xD

Diluar jurnal tak penting, aku kali ini juga menulis yang tak penting. Jadi gak usah baca! haha. Aku menulis ini karena teringat teman satu kantorku berkata seperti menamparku, "kamu lahir tahun berapa sih?" kata-kata itu langsung tertohok saat aku bilang bahwa aku ingin nonton film Rosalinda lagi. Kalau dipikir-pikir memang benar, aku terlalu jadul. klasik. lawas abis. Coba kalian temukan dijaman sekarang, ada gak anak tahun 90an yang suka lagu-lagu seperti Nike Ardila, Inka Christie, Nike Astria, Ebit, dan parahnya lagi Fauziyah Latif. Duh, aku paling suka stel lagu-lagunya tuh dirumah. Lagu Fauziyah yang paling aku suka selain yang judulnya 'Setiaku korbankan" adalah "Enggan". Pasti kalian gak tau kan? Selain film dan lagu yang aku suka lawas, novel juga loh! Aku selalu suka baca sastra lama seperti karya Marah Rusli dan Khalil Gibran. 
Pasti kalian berpikir aku manusia langka, kan?!
Eh, tapi selain musik pop aku suka mendengarnya instrument. Aku punya kelainan bahwa setiap aku menulis, mengetik, bahkan belajar aku harus disuguhi alunan musik. Kepalaku bisa stress jika tidak ada suara lagu atau instument disamping aku duduk memegang kertas dan pena selama berjam-jam. Mungkin aku tidak bisa menjadi penjaga perpustakaan kali ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar