Hari ini saya dikejutkan dengan pertanyaan salah satu rekan kerja saya. Saat itu kami sedang berjalan menaiki tangga menuju ruangan di kantor.
"Din, aku mau nanya serius ini. Tolong kamu jawab sejujur-jujurnya." katanya.
Saya menjawab dengan males-malesan, "Emm... apaan?"
"Sekarang umur kamu berapa?" tanyanya.
Saya mengerlingkan mata. Yaelah. "21, kenapa?"
"Selama kamu hidup 21 tahun ini, kamu bahagia gak?" tanyanya lagi.
"Bahagia kerja disini maksudnya?" tanyaku balik.
"Ya, bukan disini aja. Bahagia dengan keluarga, teman-teman juga."
Saya termenung. "Emang definisi bahagia itu apa sih?"
Spontan rekan kerja saya ngakak. "Yah, dia malah nanya balik. Habis badanmu kurus begini susah gemuknya." katanya lagi.
Dan saya pun terdiam. Dalam hati membenarkan, sepertinya memang ada yang salah dengan diri saya. Saya banyak makan tapi badan lurus-lurus aja.
"Saya ini orangnya pemikir, mbak. Satu hal saja yang mengganggu pikiran saya, akan saya pikirkan semaleman." jawabku lesu.
"Hm... iya sih bisa juga karena itu, jadi kamu seperti punya beban aja ya."
Sebenarnya hal ini sudah pernah saya dengar dari ibu saya yang sering ngomel tentang berat badan saya yang tidak naik-naik, dan beliau sering bilang gini, "hidup tuh santai ajalah, di bawa happy, jangan banyak pikiran, masih muda pun!"
Dulu saya tidak terlalu mendengar perkataan ibu saya, karena saya pikir, saya merasa biasa saja kok. Tapi pertanyaan dari rekan saya itu benar-benar telak. Kalau dipikir-pikir, saya merasa malu dengan Tuhan. Saya seperti orang yang tidak bersyukur, kehidupan saya sudahlah enak tapi saya selalu merasa kurang dan berpikir terus bagaimana caranya mencapai hal-hal yang dinginkan. Terkadang hidup dengan masa bodoh memang lebih baik, ya?
Mulai sekarang, aku akan menjaga otak untuk tidak mikir out of the box.
Doakan saya agak gemukan ya, teman-teman!^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar