Kamis, 27 Desember 2012

Ini nyata

Ini nyata

Berdiri teguhku menantang alam

Memerangi sudut jalan

Berlari mencari penerang

Menembus cakrawala kegelapan

Ini nyata

Rinduku tak tertahankan!

Perih mengingat mimpi

Yang tak kunjung ku genggam

Tangan hampir terlepas!

Dengan terus menggapai

Adakah cara agar aku dapat menuju bintang?

Ini nyata

Aku berteriak tak ada yang mendengar!

Aku berlari dan terus berlari

Tapi masih pada ditempat

Lelah kurasa tak sebanding dengan kekalahan di medan perang

Berkali jatuh

Namun tetap mengejar

Hingga tiba saatnya ku genggam emas

Dan menunjukkan indahnya pada sang pengasih sayang

Sepanjang masa

Ini nyata

Aku ingin meraih bintang!

Jumat, 21 Desember 2012

Mengejar Bayangan

“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu, orang yang sukses adalah orang yang berani bermimpi besar!”

Potongan kata-kata itulah yang menjadi peganganku. Yang menjadi tonggak untuk aku bertahan dan terus mengejar. Terus mengejar sebuah mimpi yang masih berbayang semu. Sebuah mimpi yang hanya seperti ilusi saja.
Tapi aku tidak akan menyerah. Aku tidak akan menyerah sampai tulisan ini selesai dan diterima penerbitnya. Ya, impianku adalah menjadi seorang penulis. Aku tahu banyak yang memandang penulis itu dengan sebelah mata, tetapi aku bangga dengan seorang penulis yang bisa melahirkan karya dengan mengajak pembaca berimajinasi lewat pikiran-pikirannya tanpa syarat. Bebas. Aku juga ingin seperti mereka yang hanya lewat tulisannya saja mereka bercerita. Hanya tulisannyalah yang berbicara dan mewakilkan segalanya tanpa harus didengar. Cukup memahami saja.
“Hei, Bian!”
Spontan aku menoleh ke arah sumber suara. Ternyata Edo, teman sebangkuku yang menyapa. Aku membetulkan letak kacamataku. “Hei! Dari mana saja kau?”
“Aku tadi dari kantin, nyariin kamu eh ternyata bener di perpus.”
Aku tertawa. “Ya, inilah rumah keduaku.”
“Kamu nyari apaan sih? Emang ada tugas?” Tanyanya heran.
“Enggak kok, aku hanya membaca saja siapa tau ketemu inspirasi buat nyelesain novel pertamaku.”
Raut wajah Edo berubah kaget, “Kamu seriusan mau buat novel?”
“Sebenarnya.... sudah selesai dan aku tinggal kirim ke penerbit saja.” Jawabku malu-malu.
Edo langsung memukul bahuku. “Hey! Jangan begitu dong! Aku yakin novelmu akan terbit, karena kau penulis hebat!”
Aku tersenyum. “Ah, kamu mengejek saja!”
“Hey man! Aku serius. Jika kau bukan penulis muda yang hebat. Jadi apalah arti semua cerpenmu yang sudah terbit di beberapa media massa?”
***
Sore itu seperti biasa, aku membawa notebook untuk mengedit naskah yang ke sekian kalinya. Dengan pemandangan bentangan air laut yang ada di hadapan, aku merasa tenang. Suasana dpinggir pantai inilah yang membuatku mudah menyelesaikan naskah. Aku bersyukur tinggal ditempat yang jaraknya tidak jauh dari laut. Karena aku suka laut, aku suka menghabiskan waktu duduk sendiri disini setiap lenggangnya. Tiba-tiba dering ponselku berbunyi.
“Hallo?”
“Bisa bicara dengan Bian Anugrah?” tanya suara lelaki disebrang sana.
“Ya, saya sendiri. Maaf dengan siapa saya berbicara?”
“Panggil saja saya pak Bambang. Jadi begini... saya sudah melihat cepen-cerpen kamu di beberapa media massa. Saya tertarik dengan tulisan kamu. Apakah kamu berminat untuk membuat cerita yang lebih panjang seperti novel misalnya?” Tanya lelaki itu hati-hati.
Dalam hati aku ingin berteriak. Tentu saja aku berminat! “Ya, saya sudah dalam proses menyelesaikannya.”
Suara pria di sebrang tampak bersemangat. “Wow! Bagus itu! Kapan-kapan mainlah ke rumah baca saya, saya ingin melihat naskah anda.”
“Baiklah, dimana alamat rumah baca anda?”

***
Aku merasa bahwa akulah manusia yang paling beruntung! Bayangkan saja mimpi yang selama ini semu, perlahan-lahan mulai menemukan titik terangnya dan pak Bambang adalah malaikatnya. Membayangkan novelku akan terbit saja membuatku bahagia. Kata-kata pak Bambang selalu berputar dalam benakku.
Tulisan kamu ini  bernyawa! Sudah saya sangka kamu memang hebat! Ini cerita yang berbeda. Belum ada cerita dengan tema perang dingin sesama saudara sendiri seperti ini. Konfliknya sulit ditebak. Apakah ini benar-benar cerita nyata?
Jika boleh dijawab, aku akan menjawab iya. Tapi, bibirku kelu.  Tiba-tiba wajah orang-orang yang menghina keluargaku itu muncul dalam pikiranku dan itu menyakitkan. Konflik yang sulit ditebak... memang benar. Sampai sat ini aku tidak tahu mengapa nenek membenci ibuku. Entah apa kesalahan ibu sampai ia harus mendapat perlakuan yang tak adil dari keluarganya sendiri. Ibu orang yang pengalah dan selalu berpikir positif. Ia tak pernah dendam. Ia selalu tersenyum walau kutahu hatinya sakit. Ibu selalu bercerita tentang kepedihannya padaku. Dan kadang tanpa dia sadari, aku menangis setiap malam dan berdoa semoga penderitaan ibu cepat hilang dan memohon agar ibu tetap bersemangat menjalani hari-harinya tanpa keluarga yang mendukungnya.  Gunjingan dan ejekan pun tak pernah reda dari mereka sampai aku dewasa. Aku tak tahan melihat ibu selalu menangis. Aku pun menjadi marah. Timbul pikiran kotor bahwa aku lebih baik tak memiliki keluarga. Buat apa memiliki keluarga yang saling memegang pisau? Maka aku berjanji pada diri sendiri bahwa suatu hari nanti aku akan meraih bintang. Aku akan membuat ibu bangga dengan tulisan-tulisanku yang beredar di toko buku. Aku tidak hanya ingin bisa membiayai uang sekolahku sendiri saja dari hasil royalti terbitnya cerpen-cerpenku seperti saat ini, tetapi aku juga ingin bisa membuat ibuku tidak perlu bekerja banting tulang lagi menerima cucian orang-orang hanya untuk menghidupi aku dan adikku, Lia.
Kesimpulan yang bisa ku ambil dari kebencian nenek dan semua saudara pada ibuku adalah... karena keluarga kami miskin. Semenjak ayah meninggal, hanya ibu sendirilah yang berusaha keras melanjutkan hidup. Biasanya nenek mendapat uang dari ayah setiap bulannya, dan sekarang tidak. Ayah meninggal karena kecelakaan. Semenjak itu, nenek dan semua keluarga lainnya menghindar. Mereka malu memliki keluarga yang kesusahan seperti kami, ya itulah argumennya menurutku.
Aku hanya bisa berharap, suatu hari nanti aku akan menunjukkan kepada mereka bahwa aku akan menggantikan ayah sebagai tulang punggung keluarga. Akan aku buktikan pada mereka bahwa suatu hari nanti aku bisa kuliah dan jadi orang sukses. Dan dari bakat menulis inilah satu-satunya modal harapan untuk mencapai segala mimpi itu.
***
            Hari ini Edo dan aku pergi ke toko buku. Kami sama-sama ingin mencari buku untuk pelatihan detik-detik ujian akhir. Ketika sampai di pintu gerbang tokonya kulihat spanduk bergambar novel yang sedang bestseller dengan judul “Dendam si Sulung”. Aku tersenyum melihatnya. Dalam hati aku berpikir sebentar lagi aku juga akan mengalami hal seperti itu.
“Do, nanti setelah kita mencari buku untuk UAN, kita ke rak novel ya.” Ajakku pada Edo yang sedang memarkirkan sepeda motornya.
Edo memutar kedua bola matanya.  “Always”
Aku tertawa melihat ekspresi konyol sahabatku itu.
            Setelah berkutat di rak buku pelajaran. Akhirnya aku dan Edo membeli dua buku yang berbeda. Alasannya agar kami dapat bergantian mengerjakannya. Seperti biasa aku tidak sabar melangkah ke atas, di bagian rak novel yang tersedia. Hatiku selalu seriang ini sampai-sampai Edo tertinggal dibelakang. Satu-satu ku telusuri rak yang berisi beratus-ratus novel tersebut. Hingga sampailah aku di bagian rak bestseller. Ku lihat buku yang terpampang di spanduk tadi. Aku penasaran, lalu ku baca sinopsisnya. Dan seketika itu bumi terasa runtuh dan hawa di sekitarku memanas.
***
            Berulang kali aku menghubungi pak Bambang tapi ponselnya tidak aktif. Rasanya ingin ku banting saja ponselku ini, tapi mengingat ini adalah salah satu pemberian dari ayah, kuurungkan niat itu. Ku pandangi buku yang akhirnya ku beli itu dengan putus asa. Mengapa bisa seperti ini? Apa maksud dari semua ini? Sekarang aku tahu mengapa aku merasa tidak asing lagi ketika melihat spanduk bergambarkan novel  yang bestseller itu. Ternyata judulnya saja yang di ganti... isi dan sinopsisnya sama persis! Bukan sama, melainkan itu benar-benar karyaku walaupun nama pengarangnya saja tertulis dengan nama pak Bambang. Otakku mulai bertanya-tanya. Mengapa pak Bambang tega melakukan ini? Bukankah ini perbuatan yang keji? Sama saja dengan mencuri! Apa karena aku hanyalah penulis muda yang gampang ditipu? Apa tidak pantas namaku tertanda di buku itu sebagai pengarangnya? Tiba-tiba dering ponsel mengagetkanku. Nama pak Bambang tercantum dilayarnya. Dan seketika itu sekelebatan pertanyaanku tadi terjawab sudah.

“Aku tahu kau pasti menganggapku jahat. Kau tahu? Aku ini juga seorang penulis. Tulisanku kacau setelah kematian istriku. Aku kehilangan arah. Aku kehilangan inspirasi. Aku malu! Publik haus akan ceritaku! Mereka terus-menerus meminta aku untuk menerbitkan novel lagi. Sedangkan aku sudah tidak bisa lagi! Aku buntu! Oleh karena itu, ketika kau datang dan melihat kondisimu, aku mengerti bahwa yang kau butuhkan saat ini hanyalah uang untuk melanjutkan kuliah dan hidupmu. Sedangkan aku hanya membutuhkan kepopularitasan. Untuk itu aku akan memberikan semua hasil kerja kerasmu itu. Kau tidak usah khawatir, kau bisa melanjutkan hidupmu lagi dan suatu hari nanti kau pasti bisa melahirkan novel baru yang lebih istimewa dari yang ini dengan namamu sendiri. Aku yakin itu, karena kau penulis yang hebat. Kau menulis untuk dirimu sendiri tidak bergantung sepertiku. Maafkan aku... dan terima kasih.”
-SELESAI-

Jumat, 29 Juni 2012

Mimpi Sejuta Dollar Saya!

                Apa yang kau pikirkan ketika bertemu dengan seorang idola? Bagaimana perasaanmu? Aku rasa kata-kata bahagia, senang, indah, mengagumkan saja tidak cukup mendeskripsikannya! Itulah yang ku rasakan ketika bertemu dengan motivator wanita no. 1 se-Asia Merry Riana! lewat bukunya “Mimpi Sejuta Dollar” aku langsung menjadi penggemarnya. Kisahnya sangat menginspiratif! Beliau memang menjadi panutanku untuk berani bermimpi besar.
                Saat itu mbak Merry Riana sedang mengadakan seminar di Pasific Hotel Batam. Tak ada teman yang bisa ku ajak saat itu. Mereka ada yang tidak mengenal, dan yang mengenal malah berada di luar kota. Tapi akhirnya aku bisa menghadiri acara yang ku tunggu-tunggu itu bareng temanku Putri. Dia mengenal mbak “Ria” melalui ceritaku dan seminar itu. Harga tiketnya saat itu 150rb untuk pelajar dan membeli harus ke anggrek mas! Cuaca mendung saat itu ditemani mama untuk mengambil tiketnya yang sudah ku transfer duluan uangnya.
                Peserta seminarnya berjumlah 300 orang! Dan kau tahu? Mayoritas mereka adalah orang chinesse dan sudah dewasa! Aku merasa bangga menjadi yang termuda berada disini. Pantas saja penjual tiketnya waktu itu heran dan menanyakanku tahu mbak Merry Riana dari mana?
                Au pulang hingga jam 10 malam! Itu semua demi mendapat foto dan tanda tangan darinya. Dengan antrian yang cukup panjang dan perjuangan yang melelahkan aku dapat bertemu dan menyalaminya!  Suatu kebahagiaan terbesar aku bisa di beri kesempatan bertemu orang besar dan sukses. Dalam hati aku berkata ingin menjadi the next Merry Riana!
                Ketika mbak Merry berdiri di atas panggung, mengutarakan kisahnya yang sangat inspiratif itu kemudian memberikan yel-yelnya “Saya pasti bisa!” membuatku terharu. Aku hampir menangis! Seluruh tubuhku bergetar. Di lihat aslinya mbak Ria lebih cantik, ramah, dan memang sangat cerdas! Beberapa kata dari mbak Ria yang kucatat dalam otak adalah :
“Tidak adanya pertumbuhan dalam zona aman.”
“Kita harus memiliki keyakinan yang kuat untuk sukses!”
“Berani sukses berani melangkah, berani sukses siap gagal.”
                Dan ketika mbak Ria menanyakan apa mimpi sejuta dollar anda? Inilah mimpi sejuta dollar saya :
                “Aku ingin pergi ke korea bersama orangtuaku, memiliki kebebasan financial dan mengangkat diri dari yang bukan siapa-siapa menjadi seorang yang dikenal siapa-siapa melalui tulisanku yang menginspiratif banyak orang.”


                

Sabtu, 25 Februari 2012

Surat Kecil dari Sahabat

Menjelang detik-detik melepas putih abuabu, aku besama de jeva menulis kesan dan pesan tentang persahabatan kami ini. kami menulisnya di binder masing-masing. menurutku tiga tulisan ini sangat berharga. karena takut jika suatu saat tulisan ini hilang atau rusak, untuk itulah aku menyalinnya disini .

selasa, 21 februari 2012
11.43 pm.

kepada Andina Fasha
assalamualaikum wr. wb
 semoga ketika kamu baca kertas ini kamu dalam keadaan bahagia karena telah menjadi orang yang terdepan, sesuai dengan urutan abjad nama mu yang di awali huruf "A" yang selalu menjadi pembuka di setiap absent.
Andina...
janganlah jadi orang yang selalu takut dengan kenyataan terburuk. kenyataan indah dan terburuk itu pasti selalu ada dalam kehidupan. kenyataan indah itu dapat membuatmu selalu bahagia, sedangkan kenyataan buruk itu adalah suatu pelajaran yang dapat membuatmu tegar. walaupun singkat pertemanan kita, tapi aku sudah memahami sikapmu... janganlah jadi orang yang gampang menangis. Andina hidup adalah suatu tantangan yang harus dihadapi, perjuangan yang harus di menangkan, kesusahan yang harus diatasi, cinta yang harus dinikmati, tugas yang harus dilaksanankan, resiko yang harus diambil, dsn impian yang harus di wujudkan (Meri riana). yakinlah bahwa semua akan indah pada waktunya... waktu dimana kita akan bertemu lagi... waktu dimana kita bisa wujudkan impian kita... waktu dimana kita bisa mengingat masa indah kita sekarang... Andina jangan pernah lupakan aku seperti aku yang tak akan pernah lupa padamu walaupun kau suruh...
ayo, kita berjuang bersama menuju pintu kesuksesan yang selama ini terlihat samar. mari kita wujudkan impian kita yang bukan hanya sekedar omongan tapi adalah pembuktian.

when the world is in tatters
and destruction is near
you can come with us here

when the people are strangers
you'll rest here with me
in a moment of peace

wassalam

by : Dewita yang kau panggil Awam sari.


Dear my lovely "Andina"
Annyong!!!

gak kerasa 3 tahun berjalan pertemanan kita selama 3 tahun masa paling indah kita jalani bersama, sedih, senang, jengkel, marah, gilagilaan, pokoknya semuanya, itu semua tidak akan kulupakan.
Andina teman berkaca mataku yang selalu membaca novel, di setiap foto masa SMA ku pasti ada muka Andina, dalam berbagai gaya. biarkan itu menjadi bukti pertemanana kita :)
aku senang bisa mengenalmu, walaupun aku teman yang kurang baik dan perhatian, tapi aku senang bisa bertemu dan mengenal teman sepertimu, dewita, jean, dan kalianlah yang membuat hari-hariku di sekolah menjadi lebih berwarna dan berarti, tanpa kalian mungkin hari-hariku terasa berat.
sifatmu yang sabar dan sangat perhatian dengan teman sangat aku sukai, tidak egois, dan selalu memikirkan perasaan teman, pertahankan ya din!
terima kasih sudah menjadi teman yang baik untukku. jangan pernah lupakan aku ya din, jangan pernah lupakan pertemanan kita di masa putih abuabu ini.
aku berdoa semoga Andina dapat menggapai mimpi, cita-cita, dan bertemu dengan lee minho. amin...

22 februari 2012
112.07 pm
by : Fitri andriani (cho kyu f3)

untuk Andina chingu (otan)
kamis, 23 februari 2012
09.25 am


hai otan... :D
otanku yang banyak bulu, ahhaa...
tapi sekarang udah di cukur, jadi otan gak ada bulu deh (botak).
aku senang bisa kenal sama otan, karena otan aku tahu "Apa arti pertemanan dan persahabatan".
otan ntar kalau kita udah pisah jangan lupa sama aku, ya...
aku rela kok ko panggil gomze, asal jangan lupain aku oke...
otan, banyak kenangan yang kita lalui bersama mulai dari pertama kenal sampe sekarang..
kita pernah nonton berdua, sampai kita nonton paling depan dan ada pula anak kecil resek yang ngidupin video upin-ipin waktu kita nonton hahaha...
aku terharu banget waktu ko lupa ucapin ulang tahun Nilam kemarin, aku mau nangis tau, tapi karena kalian gak mau nangis, dan aku malu juga, hihii jadi gak jadi.
aku mau hibur ko tapi aku tak tau mau ngomong apa.
mudah2an kita berempat (Andina, Dewita, Fitri, dan Jean) akan jalan jalan ke korea bareng dan mendatangi artis-artis yg kita suka, amien...
otan moga segala cita-cita ko di kabulkan oleh Allah swt. dan jangan lupa solat, oke...
bye,,,
nb : moga langgeng sama okta vialli.

by : Jean Retno Pertiwi (Gomze Mariga)



Setelah mereka berikan surat ini dikelas dan aku membacanya, sungguh! aku hampir menangis karena terharunya. karena malu rame orang jadi aku tahan. tapi ketika aku baca ulang di rumah pas malam hari, tangisku meledak. aku tak menyangka bahwa masih ada orang yang menyayangiku. rasanya memikirkan untuk berpisah dengan mereka membuatku sedih. aku takut, aku tak bisa menemukan sahabat seperti mereka diluar sana nanti. aku takut jika bertemu dengan mereka kembali semua terasa asing. bahkan aku takut tidak bisa bertemu dengan mereka. namun, bagaimana nantinyaa aku yakin bahwa semua yang pernah terjadi di antara kita semua akan tetap selalu terkenang di dalam hati ini. aku sayang kalian, sahabat..

Jumat, 03 Februari 2012

Khayalan Gila Gen-Sains

inilah buku yg menjadi saksi bisu mimpi gila kami =D

Saat pelajaran kosong ataupun ketika kami sedang bosan mendengarkan guru yang sedang menjelaskan pelajaran. Aku dan teman-temanku mengusir kejenuhan dengan surat-suratan! Berikut adalah isi surat isengnya, karena aku yang suka mulai ribut duluan, jadilah aku yang pertama menulisnya di buku kecil yang baru di beli Dewita . Dan inilah diaaaaa, WELCOME TO DUNIA KHAYAL…..

Aku :
Halo! namaku Andina Fasha, kononnya di tambah “dupont”  >.< panggilan sayangku ke Dewita bahar adalah Awam!! (orang yang gak tau apaapa dan lolaaa banget!) pesan dan kesan aku nanti kalo udah jadi sama AR, kabarin aku ya yang lagi di seoul. kalo gada pulsa tinggal email aku aja biar ntar kisah perjalanan, perjuangan cinta ko itu aku novelkan, mumpung aku penulis terkenal nanti pasti ko banggalah dan mudah aja bagi aku buat nerbitin kisah ko itu. karena ko temen baik aku, yaahhh royaltinya di bagi 5% aja yaa, xixixi… (ketawa iblis). oke wam! jangan lupa ye pesan aku!

dan tiba-tiba… temen aku si lely nyambung-nyambung aja pas baca tulisan gila aku, bikin surat makin heboh!

Lely :
nama saya lely imoet harum sepanjang hari. to : andina fasha alias dupont alias (dunia porno).
jangan sombonglah mentang-mentang mau jadi penulis terkenal! tengok aja entar ! sempat aja kisah si mak etek tak ko terbitkan q datangin ko ke seoul. di mana sie ko tinggal? pasti di kolong jembatannya. ksih tw q ja coz q disana juga soalnya q kan pacarnya khim young joung… haha…jangan sirik yach!!! q taw kok, pasti ko gk se perfect q. haha!!! ke pd an x q yach… tp gk papa memang benar kug… haha!!!
louph you!

merasa harga diri terinjak, aku pun segera membalasnya! hihihi

Aku :
Eh, Lely richa! yg alay “buned” tulisannya! masih jaman ye? hellowww … kamu kenapa sih nyampok2 pesan aku, so what gitu lo?? ini pesan bukunya dewita, kok lo jadi ngomongin gue? asal lo tau ya! gue tinggal di seoul , so pasti di apartmentnya lah ya, gila lo?? cantik2 gini di kolong jembatan, pasti pd banyak ngadopsi gue. pasti lee min ho gak relain dong gue menderita. eh lelot! nulis kim hyun joong aja gak lulus! gimana mau jadi sama dia?? hahaha…  lelot ini sirik aja, ntar kan kalo novel ttg kisah cinta mak etek terbit terus di filmkan ke layar lebar, rencananya sgb ost. lagu tersebut aku mau panggil ko sbg penyanyinya. aku mau ajak ko rekaman. tapi keburu ko ngejek, gak jadi aaaahh… :P

dan ternyata… lely tidak terima!

Lely :
haloww!! enakja q nulisnya gk lulus,, okelah yg penting kim hyun joong tetep sayang ma q, dy so sweet gtu.. haha!! biarin ja q gk nyanyi di film dewita yg penting q udah di kontrak ma ayank qq kim hyun joong jd pasangan nyanyinya! so sweet kn kmi!! eh ko  tu gk cocok jg x di apartement… lee min ho ngadopsi ko gara2 lumayan bisa jd pembantu di rumah dy… kn lumayan ko kn free alias gratis! haha..

suasana pun memanas… aku tak terima! hahaha

Aku :
lel, sumpah! gue kasihan banget sama elo, kenapa? krn lo mimpinya ketinggian! gak bisa turun dari panjatan ko sendiri. hahaha… kan gue udh bilang “kalo gue di adopsi” nyatanya kan enggak! gue ntar malah ngadopsi elo gara2 gila mimpiin kim hyun joong yg tak seberapa itu. gue kan nanti jadi penulis terkenal, terus jalan2 ke seoul, ketemu lee min ho! dia yg minta ttd aku! xixixi… sedangkan elo?? ke seoul krn jaringan TKW! haha.. tenang aja, karna ko teman aku, pasti aku bebaskan ko dr jeratan TKW. btw… ko bener gak mau kerja sama aku buat ost.? yakin? nyesel loh ntar kalo udah laku berat tuh novel dan filmnya… mau ya ya ya?? biar ko gk jd TKW! dan aku gak keluar uang banyak buat ngontrak penyanyi lain. soalnya kan sama ko bisa gratis! hahaha

dan tiba-tiba yang punya buku ngamuk…

Dewita :
woy! enak kali kalian coret-coret buku aku yang masih baru. ngomongin aku lagi.. ya ampun.. tapi thanks ya doain aja aku nanti jadi nikah ama AR dan nanti aku undang kalian melalui email tapi inget kalian kan tampang gembel, nanti aku kawinnya di hotel berbintang 5 trus kalian datang dikira mau minta2 lagi… dandan yg cantik biar aku ingat sama kalian.. eh satu lagi! nanti kalo aku bulan madu ama AR keliling eropa dan amerika, aku bawainlah oleh2… (pasir pantai di karibia dan Miami) dan aku akan angkat kalian jadi babu aku lumayan tu aku kan org sukses. gaji kalian aku naikin 2x lipat dari pembantu lainnya… maklum harga kawan… hahah
21/10/11

Aku :
Hellowwwwwww!!! apa kata dunia?? andina fasha dupont yg cntik, imut, manis kayak gini jadi gembel? muka lo itu yg cocok bernasib babu. hahaha… kayaknya kalo ko nikah aku gk janji datang deh. soalnya aku sibuk banget. ada jumpa penggemar, seminar, peluncuran buku2 baru aku, sumbangan unt org susah dan kawin masal. kalo uang nikah ko sama AR gak cukup, yaudah join aja di website “kawin massal.com”. organ tunggalnya “rebana kompang ibu2” dan kasidah. bulan madunya ke pulau putrid, hahahaha baik kan aku? eh, gakpapalah aku coret2 buku ko. ntr kan ko bisa tunjukkin ke anak ko, terus siapa tau aku lupa ya kn sama ko, trus ko bisa datang ke aku lgi yg lg jumpa pers sambil teriak gini, “ANDINA KO INGAT GAK, AKU TEMAN KO PAS SMA!! KITA SERING JAJAN BAKSO TUSUK… AKU KALO BLI YG SUKA GAK PAKE KECAP SAMA SAOS ITU LOH?!” terus aku Cuma bisa bengong negiatin ko sambil mengerutkan kening, “ha? siapa? aku gk pernah berkawan dengan gembel deh kayaknya?” dan ko pun bilang gini masih sambil teriak2, “YA AMPUN! AKU DEWITA AWAM! MENTANG2 UDAH JADI PENULIS TERKENAL DAN SUTRADARA TOP SEKALIGUS ARTIS YG SEDANG BERPACARAN DENGAN ESA SIGIT, KO LUPA SAMA AKU?” dan aku Cuma bisa bilang, “O”.

puas banget deh rasanya aku, hahaha… tapi tunggu dulu! datang satu pengganggu lagi. dan makin penih nih surat.

Fitri :
woi! kalian lagi bikin manga Indonesia ya?? hmm.. dupont, ko mau jadi penulis terkenal di seoul? nanti kita ketemua ya! soalnya aku jg tinggal disana ntar, abisnya tamat SMA ini aku di rekrut buat jd personil SNSD ke sepuluh. mereka udah “call me2”. sebenernya sekarang, tapi karena gk tega ninggalin kalian disini yg belum sukses, jd diundur dulu. oya, buat lely, jangan takut ya kalo andina gk mau nolong ko dr tragedy TKW, aku bisa kok bantu. apalagi suami aku nanti “jang geunsuk” yg baik hati & tidak sombong. buat dewita : nanti kalo ko gk punya tempat tinggal sama AR, aku beliinlah rumah, mumpung lahan di tg. buntung masih ada yg kosong dikit. ok? nanti aku uruslah surat2nya, ko tinggal “call me” ajh di seoul, kalo gk punya pulsa, ngutang dulu (nomor aku masih XL). ok!!

Aku :
ya ampun fit! ternyata penyakit  ko belum sembuh benar ya?? aku turut bela sungkawa yaa… aku kasihan sekali dengan kamu fit, kenapa?? soalnya ko ngaku2, sangking ngefansnya sama sodara2 satu marga aku SNSD! mareka ga pernah cerita tuh  kalo mau nambah personil. buat nambah pembantu emang ada… hahaha. iya fit, ntar kita ketemuan di seoul. ntr kalo udah ketemu ko jangan sedih ya liat aku di kejar2 wartawan terus “agak lupa gitu” sama ko. hahahaha… alah! jang geun seok ntr pasti minta2 ttd aku tuh, terus mohon2 supaya cerita dari novel aku dia jadi pemeran utamanya kalo mau di filmkan. enak aja ko kasih rumah di tj. buntung! (tempat jin buang anak) . kalo aku pasti tinggal di apartement sama suami aku yg org korea masuk islam itu, xixixi…

situasi yg lagi pemantapan kini kian memanas, hahaha…

Lely :
hellow… fit sorry ya! q itu bkn TKW.. dewita tuh yg TKW.. wkwk.. eh sorry ya aku itu udah di rekrut buat jadi pasangan penyanyi ama kim hyun joong. bukannya sombong ya!! q juga ditawarin 1 apartment ama dy, haha… buat dewita kalau ko belum punya anak nanti ama AR, q bisa kok bantuin ko unt ikt program bayi tabung coz q tu orgnya gk pelit kayak kawan2 ko itu. haha… call me jay ach klw q gk angkat agak maklum aja yach… soalnya q sibuk bgt nie. eh buat fi3 jgn ngarep yg mw jd personil SNSD.. itu terlalu tinggi bwt ko.. ha… bwt andina… entar kita bantu yach din, teman2 kita yg gk seberapa ini… kasihan mereka hidupnya susah.. mukanya pun susah, hahaha…

dan si empunya buku mulai ngamuk lagi…

Dewita :
eh woi! sumpah ya gak tau malu banget kalian ini. udah nulis2 di buku orang ngina pulak lagi, helow… Eh buat andina gak usah mimpi tinggi2lah! udh yg pasti2 aja kalo punya impian jadi penulis novel ke korea ko gak cocok. cocoknya jd penulis novel yg harganya 3000 itu loh, haha… baru cucok deh. dan satu lagi, baca dulu tu tulisan ko, masak ko bikin personil SNSD satu marga ama ko. yg mana satu? itukan ada 9 orang… ambigu banget… buat fitri, ko oplas aja belum tentu masuk SNSD gak cucok, udahlah ko jadi wanita rumah tangga aja ya… eh lely yg paling alay sedunia. yg alaynya melebihi anak alay dasyat! masak ko mau satu apartement ama kim hyun joong, aku aja gk mau. dia kan PK, berarti levelan ko ama PK gitu ya..

Aku :
eh dasar ko awam sari! memang bener2 awamnya ngelebihin nenek2 yg lahir taon 45. maksud aku satu marga ya itu julukan aja kale! majas gituloh! satu marga yg aku maksud adalah aku sama mereka 1 kesatuan. sama2 org korea gitu! hahah… ko kurang ajar ya! ntar pun novel 3000 itu ko cari2 juga. awaslah kalo aku udah sukses novelnya jd bestseller dan kalahkan habbiburahman, ko sibuk beli novel aku dan minta tanda tangan terus minta pengakuan! gak aku upahin ko kawin sama AR! hahaha… btw.. bener tuh kata awam! ko fit, walau oplas taik lalat pun gk akan di terima sama sodara SNSD ku! hahaha

Lely :
eh dasar ko ya dew.. ko kira 1 apartement itu ngelakuin itu? ngeres kali otakmu… terlalu anarkis tu pikiranmu.. eh q tu orangnya jaga diri jd itulah yg bikin kim hyun joong klepek2 sama q yg menjaga kesucian diri haha… emang andina cocok jd penulis novel 3000, entar aku beli deh semua novelmu baru  q kasih anak2 jalanan, baikkan q? di satu sisi aku bantu anak2 jalanan membaca, disisi lain q bantuin ko u/ melariskan novelmu.. itulah makanya nilai social q sgt dipandang org korea, mereka semua meniru qq, haha hebatkan q… u/ fitri, makanya fit jgn sering tinggal di tempat pembuangan sampah, kn jd ada lalat berak di hidung mu… kn jd susah ko masuk personil SNSD, wkwk…

Fitri :
alah lel, bilang aja ko terpesona sama tai lalat aku, ko iri kan? kok aku bisa manis kyk gini?! bilang aja ko minta resepnya, tenang aja, nanti aku kasihlah yg alami lagi! eh lel, jgn ko kasih novel 3000 andina ke anak2 nanti terjadi penyimpangan tingkah laku stlah membaca novelnya, jadi anarkis! eh dew! aku gk pake oplas ya, aku masuk personil SNSD aja mrka yg mohon2 berhubung aku lagi pengen nyanyi  gitu, ikutin jejak suami aku jang geun suk, yaah aku terima aja. tenang aja woi, nanti kalo aku konser, aku gratisinlah tiket buat kalian ber-3, tp yg paling belakang sisanya gitu ya, itupun kalo ada sisa. abis isu2nya nanti, waktu aku masuk SNSD penggemar kami bertambah 1.000.000.000…. orang. jd minta ttd nya sekarang aja ya. hahaha
               
          dan sebenernya masih ada 2 balasan surat lagi dari aku dan dewita, tapi mumpung itu surat gak terlalu lucu lg isinya dan aku pun pegel ngetiknya, jadi sampe disini aja. kami menulis semua khayalan tingkat tinggi ini sampe buku dewita habis! ya ampun! dashyatnya ! hahaha.. tapi inilah salah satu kenangan yg bisa kami simpan sampai nanti…

Selasa, 03 Januari 2012

MY UNFORGETTABLE MOMENT

Namaku Abel. Aku menyukai segala yang berbau Korea. Hal itu dimulai dengan aku menyukai dramanya lalu berlanjut dengan lagu-lagunya, boybandnya, makanannya, dan budayanya. Sehingga timbullah tekad yang kuat untuk memperlajari bahasanya. Aku pun mengikuti kursus belajar bahasa korea. Jujur, tenggelam dalam cerita drama korea dapat mengalihkan sedikit pikiranku dari seorang lelaki yang berhasil singgah di celah hatiku yang tertutup rapat, kemudian dia pergi meninggalkanku untuk selamanya. Ya, dia mengalami kecelakaan tepat ketika aku berulang tahun. Itulah hadiah terakhir yang di berikan kepadaku. Raganya yang hilang seakan membawa hatiku ikut bersamanya.

Aku sangat menikmati hidup dalam khayalan. Terkadang aku tak ingin pulang ke dunia nyata. Terlalu menyakitkan. Aku belum bisa menerima kepergiannya walau sudah setahun kejadian itu terlewatkan. Dan aku pikir, dengan mecintai korea itu bisa membuat hidupku kembali normal tanpa bayangannya lagi. Aku ingin lebih dekat dengan korea. Sehingga, aku memutuskan untuk mengunjungi Negara yang menjadi dewa penyelamatku itu. Dan, aku beruntung bisa mendapatkan beasiswa melanjutkan S2 disini. Di Seoul. Tempat pelarianku.

Musim dingin pertamaku di korea saat ini, membuatku repot. Kulitku belum sepenuhnya beradaptasi. Sambil merapatkan mantel aku berjalan menuju flatku. Karena tergesa-gesanya aku tak memperhatikan ada sebuah mobil Silver dari arah berlawanan yang hampir menabrakku. Aku memejamkan mata sambil memeluk erat diriku sendiri. Mobil itu berhenti tepat sejengkal dariku. 

Gwencana?” sebuah suara menyadarkanku bahwa aku masih hidup. Perlahan-lahan aku membuka mata, si pemilik suara tadi sudah berdiri di hadapanku. Aku hanya melamun. Memperhatikannya. Aku seperti pernah melihat pria tersebut walau saat ini dia memakai kacamata hitam. Tapi dimana?
Melihat aku tak bereaksi, pria itu mengulangi pertanyaannya tadi. Belum pulih dari keterkejutanku, pria itu membuka kacamatanya. Jantungku serasa ingin meledak. Dia. Pria itu adalah Siwon, personel Super Junior salah satu boyband korea yang sangat terkenal. Pantas saja aku seperti mengenalnya. Karena aku sering melihatnya di televisi dan tabloid. “Masuklah, aku akan mengantarmu pulang.” Kata pria itu lagi sambil membukakan pintu untukku. Aku pun menurutinya.

“Sepertinya kau orang asing? Mengeti bahasa korea?” katanya dalam bahasa inggris membuka pembicaraan ketika mobil sedang melaju. “Kau benar, aku dari Indonesia. Aku kulian disini dan tentu saja mengerti bahasa korea.” Kataku sedikit tersinggung dalam bahasa korea. Dia menatapku kagum, lalu tersenyum. “Aku Siwon, dan kau siapa namamu?” Aku tertawa lucu mendengarnya. “Tanpa kau beri tahu namamu pun, aku sudah tahu. Panggil aku Abel saja.” Lagi-lagi dia memamerkan senyum yang dapat melelehkan semua wanita itu lagi. Tanpa terasa, kami sudah sampai di depan gedung flatku. Dia keluar duluan sambil memasang kacamata hitamnya lagi lalu membukakan pintu untukku. 
Aku pun membungkuk mengucapkan terima kasih padanya. “Maaf, atas kejadian tadi. Aku hampir saja menabrakmu.” Katanya penuh penyesalan. “Ah, tidak apa-apa. Aku yang salah. Aku yang tak memperhatikan jalan.” Balasku ceria. “Sebagai permintaan maaf, aku ingin kau datang ke konserku besok malam.” Dia lalu menyodorkan selembar tiket padaku. Aku menatapnya tak percaya. “Aku mohon, terimalah.” Pintanya tulus. Aku pun mengambilnya, dan mengucapkan terima kasih. Dia lalu pamit untuk pulang. Aku menatap mobilnya hingga menjauh. Dalam hati aku berpikir, apa ini sebuah mimpi?

Rasanya segar sekali habis mandi air hangat. Seperti biasa, setiap malam aku selalu chatting dengan seorang yang sudah lama aku kenal sejak aku menginjakkan kaki di korea ini. Kami tidak pernah bertemu. Dia bilang namanya Kevin. Aku tidak tahu itu nama asli atau bukan. Yang jelas, dia orangnya mengasikkan dan membuatku nyaman. Dia dan aku sudah sama-sama saling terbuka. Ntah kenapa aku begitu percaya padanya. Aku menceritakan semua tentangku padanya. Termasuk kisah mantan kekasihku itu. Dia tempat curhatku. Sambil menyesap secangkir kopi aku membuka email. Mataku langsung berbinar ketika dia langsung mengirimi aku pesan.

Kevin : “Akhirnya! Kau kemana saja hari ini? aku menunggumu, kenapa lama sekali kau membuka emailmu?”

Aku tersenyum membacanya. Ada perasaan senang dan hangat karena mengetahui ia mencariku

Abel : “Mianhe, aku seharian di perpustakaan kampus mencari bahan tugas. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku ”

Kevin : “ Jadi, ada cerita yang menarik terjadi hari ini? kau tahu, aku suka mendengarkan ceritamu.”

Aku berpikir sejenak. Apa tidak apa-apa aku ceritakan saja pertemuan kebetulanku tadi dengan Siwon? Ah, aku dan Kevin kan sudah kenal baik. Tidak ada rahasia di antara kami.

Abel : “Ada, tapi janji kau jangan tertawa dan merahasiakannya ya?!”

Kevin : “Aku jadi penasaran, baik aku berjanji.”

Aku pun menceritakan kejadiannya dari awal. Aku pikir dia tidak akan percaya dan melah menertawakanku, ternyata dugaanku salah. Dia mengucapkan selamat padaku dan mempercayaiku. Dan tiba-tiba setelah kami berbincang-bincang cukup lama…

Kevin : “Abel, kita sudah 8 bulan mengenal. Apa boleh aku bertemu denganmu?”

Deg! Inilah yang ku takutkan. Aku takut setelah bertemu aku tak bisa merasa nyaman curhat dengannya lagi.

Abel : “Mengapa tiba-tiba meminta bertemu?”

Kevin : “Aku ingin mengenalmu lebih dekat.”

Hatiku juga ingin mengenalnya lebih dekat. Melihat wajahnya, mendengar suaranya. Jadi aku menyetujuinya. Kami janji bertemu di hari adanya konser Suju. Kami berencana akan menonton konser bersama. Dan Kevin meminta nomor ponselku. Setelah memberikannya aku meminta izin untuk tidur, mengingat betapa capeknya aku hari ini.

***

Malam itu mungkin adalah malam dimana seluruh kaum muda berkumpul menjadi satu di acara konser tahun baru ini. Tidak hanya ada Super Junior saja yang tampil, tetapi banyak boyband lainnya seperti 2PM, BigBang, Sebenarnya aku tak suka dengan keramaian seperti ini, membuatku sesak. Kalau bukan karena tiket gratis, aku tak mungkin mau datang. Jujur saja, aku bukan penggemar yang terlalu fanatik dengan Suju. Aku menyukai lagunya dan personelnya tapi tak pernah sedikit pun terbayang olehku untuk bertemu dan menonton konser mereka. Aku lebih suka duduk dirumah menonton daripada berdesakan dengan ribuan orang seperti ini.

Aku memutuskan untuk menunggu Kevin di luar. Kami berjanji bertemu dan nonton bersama. Tiba-tiba Kevin menelpon ku dan meminta untuk aku masuk duluan. Dia mungkin terlambat dan berjanji akan mencariku di dalam. Aku menyetujuinya dan berharap dia tidak bohong.

Selama konser berlangsung, pikiranku tak tenang. Kevin belum juga menghubungiku lagi. dan tibalah saat boyband U-Kiss yang akan bernyanyi. Tiba-tiba salah satu dari mereka berbicara. 
“Annyeohaseo! Namaku Woo Sung Hyun. Kalian senang hari ini?” sontak semua orang bersorak membalas sapa pria itu. “Maaf sebelumnya, mungkin ini sedikit aneh tapi aku kedatangan seseorang yang sudah lama aku kenal. Seseorang yang beratri untukku. Seseorang yang aku belum pernah bertemu, namun sudah begitu dekat dengan hatiku. Aku harus menemukannya. Saat ini dia berada di antara kalian semua. Maukah kalian semua membantuku?” kata pria itu lagi. Tidak ada yang berani menolak permintaan pria tampan itu. Semua langsung bersorak heboh. Aku menatapnya heran. Tapi aku mengacuhkannya, aku masih memikirkan Kevin. “Terima kasih sebelumnya, aku mohon pada kalian semua untuk tenang. Aku akan menghubungi lewat ponsel, dan ketika ponsel salah satu kalian menerima teleponku mohon majulah kedepan”.

Semua yang hadir dikonser itu pun diam. Suasana menjadi tenang. Tak ada satupun yang mengeluarkan suara. Aku begitu takjub! Tiba-tiba ponselku berdering. Senyumku seketika mengembang membaca nama Kevin yang tertera di layar. Tanpa berpikir panjang, aku pun mengangkatnya, “Yobeseo? Kevin-ssi kau dimana?”. “Maafkan aku, sekarang kau majulah kedepan.” Katanya disebrang sana. “Apa maksudmu?” tanyaku heran. “Kau lihatlah kedepan.” Dan barulah aku sadar, kini semua orang menatapku. “Kau orangnya! Ayo cepatlah maju!” teriak seorang wanita disampingku dengan semangat. Aku benar-benar tidak percaya! Jadi Kevin yang selama ini ku kenal melalui dunia maya adalah salah satu personel U-Kiss? Dan nama aslinya adalah Woo Sung Hyun.

Aku berjalan maju ke depan. Dia menatapku sambil tersenyum. “Akhirnya aku menemukanmu.” Katanya lembut. “Ini benar-benar kejutan. Aku masih tak menyangka.” Tiba-tiba air mataku menetes. Air mata menyiratkan kebahagiaan. “Maafkan aku telah membohongimu selama ini, sebagai tanda permintaan maaf aku dan teman-temanku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.” Spontan semua penonton berteriak histeris. Dan sedetik kemudian mengalunlah lagu yang berjudul ‘Only One’.
Di belakang panggung, aku melihat Siwon menatapku sambil tersenyum. Aku menunduk memberi salam padanya. Walau kami hanya saling menatap dari jauh. Namun aku yakin, Siwon mengerti lewat tatapanku itu, aku mengucapkan terima kasih padanya.


-Selesai-