Namaku Abel. Aku menyukai segala yang berbau Korea. Hal itu dimulai dengan aku menyukai dramanya lalu berlanjut dengan lagu-lagunya, boybandnya, makanannya, dan budayanya. Sehingga timbullah tekad yang kuat untuk memperlajari bahasanya. Aku pun mengikuti kursus belajar bahasa korea. Jujur, tenggelam dalam cerita drama korea dapat mengalihkan sedikit pikiranku dari seorang lelaki yang berhasil singgah di celah hatiku yang tertutup rapat, kemudian dia pergi meninggalkanku untuk selamanya. Ya, dia mengalami kecelakaan tepat ketika aku berulang tahun. Itulah hadiah terakhir yang di berikan kepadaku. Raganya yang hilang seakan membawa hatiku ikut bersamanya.
Aku sangat menikmati hidup dalam khayalan. Terkadang aku tak ingin pulang ke dunia nyata. Terlalu menyakitkan. Aku belum bisa menerima kepergiannya walau sudah setahun kejadian itu terlewatkan. Dan aku pikir, dengan mecintai korea itu bisa membuat hidupku kembali normal tanpa bayangannya lagi. Aku ingin lebih dekat dengan korea. Sehingga, aku memutuskan untuk mengunjungi Negara yang menjadi dewa penyelamatku itu. Dan, aku beruntung bisa mendapatkan beasiswa melanjutkan S2 disini. Di Seoul. Tempat pelarianku.
Musim dingin pertamaku di korea saat ini, membuatku repot. Kulitku belum sepenuhnya beradaptasi. Sambil merapatkan mantel aku berjalan menuju flatku. Karena tergesa-gesanya aku tak memperhatikan ada sebuah mobil Silver dari arah berlawanan yang hampir menabrakku. Aku memejamkan mata sambil memeluk erat diriku sendiri. Mobil itu berhenti tepat sejengkal dariku.
“Gwencana?” sebuah suara menyadarkanku bahwa aku masih hidup. Perlahan-lahan aku membuka mata, si pemilik suara tadi sudah berdiri di hadapanku. Aku hanya melamun. Memperhatikannya. Aku seperti pernah melihat pria tersebut walau saat ini dia memakai kacamata hitam. Tapi dimana?
Melihat aku tak bereaksi, pria itu mengulangi pertanyaannya tadi. Belum pulih dari keterkejutanku, pria itu membuka kacamatanya. Jantungku serasa ingin meledak. Dia. Pria itu adalah Siwon, personel Super Junior salah satu boyband korea yang sangat terkenal. Pantas saja aku seperti mengenalnya. Karena aku sering melihatnya di televisi dan tabloid. “Masuklah, aku akan mengantarmu pulang.” Kata pria itu lagi sambil membukakan pintu untukku. Aku pun menurutinya.
“Sepertinya kau orang asing? Mengeti bahasa korea?” katanya dalam bahasa inggris membuka pembicaraan ketika mobil sedang melaju. “Kau benar, aku dari Indonesia. Aku kulian disini dan tentu saja mengerti bahasa korea.” Kataku sedikit tersinggung dalam bahasa korea. Dia menatapku kagum, lalu tersenyum. “Aku Siwon, dan kau siapa namamu?” Aku tertawa lucu mendengarnya. “Tanpa kau beri tahu namamu pun, aku sudah tahu. Panggil aku Abel saja.” Lagi-lagi dia memamerkan senyum yang dapat melelehkan semua wanita itu lagi. Tanpa terasa, kami sudah sampai di depan gedung flatku. Dia keluar duluan sambil memasang kacamata hitamnya lagi lalu membukakan pintu untukku.
Aku pun membungkuk mengucapkan terima kasih padanya. “Maaf, atas kejadian tadi. Aku hampir saja menabrakmu.” Katanya penuh penyesalan. “Ah, tidak apa-apa. Aku yang salah. Aku yang tak memperhatikan jalan.” Balasku ceria. “Sebagai permintaan maaf, aku ingin kau datang ke konserku besok malam.” Dia lalu menyodorkan selembar tiket padaku. Aku menatapnya tak percaya. “Aku mohon, terimalah.” Pintanya tulus. Aku pun mengambilnya, dan mengucapkan terima kasih. Dia lalu pamit untuk pulang. Aku menatap mobilnya hingga menjauh. Dalam hati aku berpikir, apa ini sebuah mimpi?
Rasanya segar sekali habis mandi air hangat. Seperti biasa, setiap malam aku selalu chatting dengan seorang yang sudah lama aku kenal sejak aku menginjakkan kaki di korea ini. Kami tidak pernah bertemu. Dia bilang namanya Kevin. Aku tidak tahu itu nama asli atau bukan. Yang jelas, dia orangnya mengasikkan dan membuatku nyaman. Dia dan aku sudah sama-sama saling terbuka. Ntah kenapa aku begitu percaya padanya. Aku menceritakan semua tentangku padanya. Termasuk kisah mantan kekasihku itu. Dia tempat curhatku. Sambil menyesap secangkir kopi aku membuka email. Mataku langsung berbinar ketika dia langsung mengirimi aku pesan.
Kevin : “Akhirnya! Kau kemana saja hari ini? aku menunggumu, kenapa lama sekali kau membuka emailmu?”
Aku tersenyum membacanya. Ada perasaan senang dan hangat karena mengetahui ia mencariku
Abel : “Mianhe, aku seharian di perpustakaan kampus mencari bahan tugas. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku ”
Kevin : “ Jadi, ada cerita yang menarik terjadi hari ini? kau tahu, aku suka mendengarkan ceritamu.”
Aku berpikir sejenak. Apa tidak apa-apa aku ceritakan saja pertemuan kebetulanku tadi dengan Siwon? Ah, aku dan Kevin kan sudah kenal baik. Tidak ada rahasia di antara kami.
Abel : “Ada, tapi janji kau jangan tertawa dan merahasiakannya ya?!”
Kevin : “Aku jadi penasaran, baik aku berjanji.”
Aku pun menceritakan kejadiannya dari awal. Aku pikir dia tidak akan percaya dan melah menertawakanku, ternyata dugaanku salah. Dia mengucapkan selamat padaku dan mempercayaiku. Dan tiba-tiba setelah kami berbincang-bincang cukup lama…
Kevin : “Abel, kita sudah 8 bulan mengenal. Apa boleh aku bertemu denganmu?”
Deg! Inilah yang ku takutkan. Aku takut setelah bertemu aku tak bisa merasa nyaman curhat dengannya lagi.
Abel : “Mengapa tiba-tiba meminta bertemu?”
Kevin : “Aku ingin mengenalmu lebih dekat.”
Hatiku juga ingin mengenalnya lebih dekat. Melihat wajahnya, mendengar suaranya. Jadi aku menyetujuinya. Kami janji bertemu di hari adanya konser Suju. Kami berencana akan menonton konser bersama. Dan Kevin meminta nomor ponselku. Setelah memberikannya aku meminta izin untuk tidur, mengingat betapa capeknya aku hari ini.
***
Malam itu mungkin adalah malam dimana seluruh kaum muda berkumpul menjadi satu di acara konser tahun baru ini. Tidak hanya ada Super Junior saja yang tampil, tetapi banyak boyband lainnya seperti 2PM, BigBang, Sebenarnya aku tak suka dengan keramaian seperti ini, membuatku sesak. Kalau bukan karena tiket gratis, aku tak mungkin mau datang. Jujur saja, aku bukan penggemar yang terlalu fanatik dengan Suju. Aku menyukai lagunya dan personelnya tapi tak pernah sedikit pun terbayang olehku untuk bertemu dan menonton konser mereka. Aku lebih suka duduk dirumah menonton daripada berdesakan dengan ribuan orang seperti ini.
Aku memutuskan untuk menunggu Kevin di luar. Kami berjanji bertemu dan nonton bersama. Tiba-tiba Kevin menelpon ku dan meminta untuk aku masuk duluan. Dia mungkin terlambat dan berjanji akan mencariku di dalam. Aku menyetujuinya dan berharap dia tidak bohong.
Selama konser berlangsung, pikiranku tak tenang. Kevin belum juga menghubungiku lagi. dan tibalah saat boyband U-Kiss yang akan bernyanyi. Tiba-tiba salah satu dari mereka berbicara.
“Annyeohaseo! Namaku Woo Sung Hyun. Kalian senang hari ini?” sontak semua orang bersorak membalas sapa pria itu. “Maaf sebelumnya, mungkin ini sedikit aneh tapi aku kedatangan seseorang yang sudah lama aku kenal. Seseorang yang beratri untukku. Seseorang yang aku belum pernah bertemu, namun sudah begitu dekat dengan hatiku. Aku harus menemukannya. Saat ini dia berada di antara kalian semua. Maukah kalian semua membantuku?” kata pria itu lagi. Tidak ada yang berani menolak permintaan pria tampan itu. Semua langsung bersorak heboh. Aku menatapnya heran. Tapi aku mengacuhkannya, aku masih memikirkan Kevin. “Terima kasih sebelumnya, aku mohon pada kalian semua untuk tenang. Aku akan menghubungi lewat ponsel, dan ketika ponsel salah satu kalian menerima teleponku mohon majulah kedepan”.
Semua yang hadir dikonser itu pun diam. Suasana menjadi tenang. Tak ada satupun yang mengeluarkan suara. Aku begitu takjub! Tiba-tiba ponselku berdering. Senyumku seketika mengembang membaca nama Kevin yang tertera di layar. Tanpa berpikir panjang, aku pun mengangkatnya, “Yobeseo? Kevin-ssi kau dimana?”. “Maafkan aku, sekarang kau majulah kedepan.” Katanya disebrang sana. “Apa maksudmu?” tanyaku heran. “Kau lihatlah kedepan.” Dan barulah aku sadar, kini semua orang menatapku. “Kau orangnya! Ayo cepatlah maju!” teriak seorang wanita disampingku dengan semangat. Aku benar-benar tidak percaya! Jadi Kevin yang selama ini ku kenal melalui dunia maya adalah salah satu personel U-Kiss? Dan nama aslinya adalah Woo Sung Hyun.
Aku berjalan maju ke depan. Dia menatapku sambil tersenyum. “Akhirnya aku menemukanmu.” Katanya lembut. “Ini benar-benar kejutan. Aku masih tak menyangka.” Tiba-tiba air mataku menetes. Air mata menyiratkan kebahagiaan. “Maafkan aku telah membohongimu selama ini, sebagai tanda permintaan maaf aku dan teman-temanku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.” Spontan semua penonton berteriak histeris. Dan sedetik kemudian mengalunlah lagu yang berjudul ‘Only One’.
Di belakang panggung, aku melihat Siwon menatapku sambil tersenyum. Aku menunduk memberi salam padanya. Walau kami hanya saling menatap dari jauh. Namun aku yakin, Siwon mengerti lewat tatapanku itu, aku mengucapkan terima kasih padanya.
-Selesai-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar