Rabu, 27 Juli 2016

Surat untuk Ilana Tan



Sebagian besar orang-orang mungkin banyak menulis surat untuk pemerintah, tokoh masyarakat, selebriti dan bahkan presiden. Tidak ada yang menulis surat untuk seorang penulis, bukan? Aku lebih memilih menulis surat untuk salah satu penulis idolaku. Aku tidak tahu tujuannya apa. Aku juga tidak berharap dia membacanya atau tidak, aku juga tidak berharap surat ini akan membuat aku dapat bertemu dengannya, yang kutahu aku hanya ingin menulis ini. Aku hanya ingin menyampaikan segala hal yang ada didalam hatiku. Sudah lama aku mengenal Ilana Tan. Aku belum pernah melihat wajahnya, tapi aku merasa begitu akrab ketika pertama kali membaca bukunya. Saat itu, temanku meminjamkan tritologi 4 musim-nya dan aku langsung jatuh hati. Aku beli novel-novel tersebut walaupun aku sudah membacanya. Sejak itu, semua karya Ilana Tan yang terbit pasti aku beli. Tritologi yang pertama kali aku baca adalah Winter in Tokyo. Aku langsung membayangkan mungkin ini akan menjadi hebat suatu hari nanti jika di film-kan. Dan benar saya, aku dengar memang akan segera tayang. Ilana Tan adalah sosok yang romantis karena hal itu jelas tergambar dari gaya penulisannya. Ilana Tan adalah penulis. Ya, semua tahu dia memang penulis. Tapi, maksudku adalah dia benar benar benar penulis. Tidak ada yang tahu tentangnya, tetapi mereka tahu tulisannya. Lewat tulisannya semua orang dapat mengenalnya. Dia hanya memperkenalkan dirinya lewat tulisan, dan itu hebat. Mungkin ini yang membuat aku begitu mengidolakannya, karena aku setuju padanya bahwa tugas penulis adalah menulis jadi tidak perlu menunjukkan dirinya. Aku ingin suatu hari bisa menjadi penulis sejati sepertinya. Dan aku senang, Indonesia memiliki penulis seperti Ilana Tan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar