Pagi yang cerah saat itu, saat embun belum lagi beranjak dari dedaunan, saat tukang bubur ayam belum lagi keliling mencari pelanggan, dan saat para babu pada siap-siap belanja kepasar. Disebuah koridor sekolah, tampak sekumpulan cewek-cewek centil sedang krasak-krusuk gelisah sibuk mencocokan dasi hasil rampokan dari anak-anak cupu tak berdosa kepada salah satu teman CS-nya, atau lebih tepatnya cewek itu adalah ketua dari geng mereka yang kononnya adalah geng terkenal di SMA-14 ini karena nyokap-bokap mereka yang tajir gila! Tapi kok setiap mau upacara seperti ini, ketua geng mereka selalu lupaaaa baea dasi! Do’I lupa atau emang gak mampu beli yaaa? Anyway, nama geng mereka adalah geng “Byuti”. Geng yang paling berkuasa dan ditakuti oleh anak-anak penghuni disekolah itu.
Abel : “eh, ini nih Din! Dasi nya si neneng dari kelas sebelah tadi habis gue rampas, coba deh pake yang ini?”
Dinda : “aduh,Abeeel ! lo gimana sih! Si neneng itu kan penjorok banget! Dia kan suka ngelap ingusnya pake tuh dasi! Liat deh,ada item-item gitu tuh disitu… (sambil menunjukan kearah dasi yang dimaksud) ihhh! Amit amit deehhh!”
Abel : (sambil mencampakkan dasi itu dari tangannya) “Iuhhhhh! Why you tell me about it now! That so crazy!”
Jessica : “kalo yang ini nih? Punya si Dadang.”
Dinda : “saraf kali ya lo! Jelas-jelas dasi si Dadang tuh gak pernah dicuci! Orangnya aja kumel kayak gak mandi gitu apalagi dasinya! Ogah deehh gue!”
Sesil : “gimana kalo dasi gue aja?” (sambil menunjukkan dasinya dengan tampang bloon).
Dinda : “emang gue bloon kayak lo apa! Tiap hari gue merhatiin kaliii lo sering lap keringat lo pake tu dasi! Kalo gue pake dasi lo ntar gue ketularan tulalit lo,tau! Ihhh”
Abel : “lagian ntar lo mau pake dasi apa blekok!” you’re so stupid, girl!”
Sesil : “ups…! (sambil mentup mulut dengan kedua tangannya) salah lagi deh gue”
Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi…
Kompakan ber-4 dengan ekspresi jijay sok imut : “AAAARRRRGGHH!!!”
Abel : (berteriak histeris) “Oh, my God! Can you hear that?”
Jessica : (sambil menjitak pelan jidat Abel) “Jidat lo ngadat! Lo bisa gak sih gak usah ngomong pake bahasa edan kenceng-kenceng! Gue gak tungkik kaleee!”
Dinda : “aduh aduh! Kok kalian sih yang pada ribut! Jadi gue gimana dong nih?”
Sesil : “elo sih! Cuma pake bentaran buat upacara doang pake milih-milih segala tuh dasi! Kayak mau kekondangan aja!” kata sesil judes.
Dan ketika itu, lewatlah dua cewek didepan mereka yang hendak turun kelapangan. Akal licik Dinda mulai terhubung. Dia pun berjalan mengikuti langkah salah satu cewek yang bejalan dipinggir itu.
Lalu….
Dinda : (sambil menarik dasi punya cewek itu) “Okeeee! Dapeettt! Hahahaha”
Jessica : “yeeeee!!! Bagus Din!”
Abel : “goob job! Dinda”
Elsha : “kembaliin! Itu dasi punya Elsa!”
Dinda : “enak aja! Sekarang udah jadi milik gue!”
Rachel : “eh! Balikin gak tu dasi!”
Dinda : “hellowww… lo siapa? Gak usah ikut campur!”
Sesil : “dia ini murid baru disini Din! Gue baru inget”
Jessica : “oh, jadi lo anak baru disini? Lo belum tau lagi berhadapan dengan siapa sekarang? Hah?!”
Rachel : “gak! Gue gak tau dan gak mau tau!”
Abel : “idih! Pake ngelawan lagi nih anak! You will regret after know that, right?”
Jessica : “teman gue ini adalah anak ketua komite disini! Jadi lo jangan macem-macem kalo masih mau sekolah disini!”
Dinda : “dengar lo!” (sambil meninggalkan kedua cewek itu)
(theme song: Titi Kamal-Nasib Pembantu)
Dikantin saat semua warga SMAN-14 pada ngeroyokin caféus, biasalah memenuhi panggilan alam, but Geng Byuti malah asik mengatur aksi balas dendamnya. Dan mulailah mereka bercuap-cuap melebihi anak ayam yang ditinggal induknya.
Abel : “shitt! Kurang ajar banget tuh anak! Berani-beraninya tu anak ngelawan kita! Gak tau apa kita tuh siapa! Dia harus dikasih pelajaran tuh,Din! (sambil mondar mandir)
Dinda : (duduk terdiam sambil mikir)
Jessica : “Betul tuh! Enaknya kita apain yaa? Digoreng? Dibakar? Dicincang? Atau…kita rebus aja kalii yaaa?”
Sesil : “ahaaa! Gimana kalo kita goreng saos? Tapiii… Sesil gak suka pedes, Sesil sukanya yang manisss…kayak lollipop ini…” (sambil memegangi manja lolipopnya).
Jessica : “Seeessiiilll! Lo kira kita mau pesan menu dicafe apa?!”
Abel : “She right! We must seriously, you know?!”
Dinda : “Shut up! Mending kalian diem dehh! Ide kalian tuh kampungan tau gak semuanya!”
Sesil : “sorry…” (sambil pura-pura mengunci mulutnya)
Abel : “so, kita mau apain nih dia?”
Dinda : “taulah! Gue udah gak ada ide lagi, kalo gitu kita pake cara biasa aja”
Jessica : “maksud lo kita labrak dia gitu?”
Dinda : “ya iyalah! Habis otak gue udah buntu”
Sesil : “asyiiikk! Kita labrak orang lagiii…kita labrak orang lagiii !!! (sambil mendendangkan kata-katanya)
Dinda : “yaudahlah cabut yuk!”
Sesil, Jessica, Abel : “yuuukkkkk!”
(theme song : Cinta Laura - Oh,baby)
***
Dan sorenya, ditoko buku Rachel bersama Elsa dan Dewi sedang sibuk mengincar buku yang mereka cari sampai-sampai mereka terpisah didalamnya. Rachel yang membawa seabrek buku dengan kedua tangannya tampak kesulitan berjalan mencari teman-temannya itu untuk dimintai tolong. Dengan hati-hati berjalan sambil mengucapkan ayat-ayat cinta didalam hati (eh,salah ding! Ayat kursi kale), Rachel melayangkan pandangannya kesetiap sudut toko, tapi kayaknya makhluk yang dicari tak nongol juga batang hidungnya. Karena matanya yang sibuk mencari kesana-kemari, Rachel tak menyadari dia telah memasuki area lantai licin yang belum kering dipel ama mas-mas OB.
Dan…”AAARRGGG!!!” sukses lah Rachel terjatuh dan mencium lantai. Semua buku yang dipengang tadi berserakan dimana-mana. Sambil mengaduh-aduh ria kerena kesakitan,
Jeng…jeng..jeng!!! datanglah seorang pahlawan kesiangan, atau lebih tepatnya pangeran tampan yang ntah dari negeri antah-brantah mana menolong Rachel.
Aditya : “kamu gak papa?” (sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya kearah Rachel)
Dan seketika itu, bumi serasa berhenti, jantung Rachel berdetak lebih kencang dan Ia begitu terpana melihat wajah yang rupawan mempesona dihadapannya. (lagu glend friedly-Terpesona)
Rachel : “eh, hah? Iya-iya gak-papa-kok” (jawab Rachel salting sambil meraih tangan cowok itu dan dia pun berdiri)
Aditya mengumpulkan semua buku Rachel yang berjatuhan, sedangkan Rachel masih tetap berdiri bengong ditempat sambil menatap kagum cowok itu.
Aditya : “nih, bukunya” (masih dengan senyum menyodorkan buku kepada Rachel)
Rachel yang tadi bengong langsung salting
Rachel : “eh-i-iya, makasih ya” (sambil tersenyum malu)
Aditya : “lain kali hati-hati ya, oh iya kamu sendirian aja nih bawa buku segini banyaknya?”
Rachel : “hehe, aku bareng ama teman-teman aku kok tapi gak tau mereka dimana sekarang, mungkin ke toilet kali ya” (berkata masih canggung)
Aditya : “oh, gitu…eh iya, nama aku Aditya. Kamu?” (sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum sopan)
Rachel : (sambil meraih tangan Aditya) “Rachel…”
Tiba-tiba datang dua makluk perusak suasana yang lagi romantis-romantisnya ini.
Elsha : “eh,Wi itu Rachel!”
Dewi : “eh iya bener!”
Elsha dan Dewi : RACHELL!!! (berteriak sambil berjalan kearah Rachel)
Elsa : “maaf ya Hel, tadi Elsa ama Dewi ketoilet bentar, eh taunya rame jadi ngantri dulu.
Rachel : “Oh, iya- iya gak papa kok, tadi gue jadi kepleset nih gara-gara nyari kalian,hu” (sambil pura-pura merajuk), untung ada yang nolongin.”
Dewi : “hmm…jadi yang nolongin kamu, dia nih Hel?” (sambil menunjuk kearah Aditya dengan anggukan dan senyum menggoda).
Rachel gelagapan sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.
Rachel : “Eh,iya. Ini Aditya”
Dan berkenalan lah mereka disitu.
Aditya : “hmm…aku cabut dulu ya, buru-buru nih”
Rachel : “oke deh, sekali lagi makasi ya”
Aditya : “iya, nyantai aja. Oke, bye…”
Rachel : “bye…”
Dan pergilah cowok itu meninggalkan Rachel yang masih menatapnya dari belakang sambil tersenyum-senyum. Tak sadar dari tadi Elsa dan Dewi berbicara dengannya.
Cowok yang baik…Tuhan.. kapan ya aku bisa ketemu dengannya lagi?
Elsha : (sambil menepuk pundak Rachel) Rachel! Bengong pula dia!”
Rachel : (jadi salting karena kaget) “eh, apa Sha?”
Elsha : “dari tadi tuh Elsa nanya habis ini kita mau kemana lagi? Huh” (berkata dongkol).
Dewi : “iya nih, malah bengong pula. Sambil senyam-senyum lagi…hayoo…gak rela Aditya pergi ya?” (sambil menggoda).
Muka Rachel langsung merah kayak kepiting rebus Karena ketangkap basah.
Rachel : “ih, kalian ngomong apaan sih? Yaudah yuk kita pulang! Dan karena kalian tadi pergi ninggalin aku tanpa pamit, jadi kalian yang bawa sebagian buku ini.” (sambil membagi dua bukunya ketangan Elsa dan Dewi dan menghambur pergi)
Dewi dan Elsa : “Ih, CURAAANGGG!!!” (sambil mengejar Rachel)
(theme song: Sheila on7- sahabat sejati)
***
Hari ini hasil ulangan bahasa inggris dibagikan, kebetulan Rachel yang membagikannya karena disuruh guru tersebut. Dan saat ini Rachel sedang memberikan kertas ulangan geng “Byuti” yang sedang asiknya bergosip ditempat duduk mereka.
Rachel : “nih, hasil ulangan kalian…(sambil terseyum licik kearah Abel) dan buat lo Bel, congratulation ya Miss. Sok kebarat-baratan about your result” (dan Rachel pun melenggang pergi).
Abel : “yeah, that’s me! Thanks!” (berkata sombong, kemudian melihat nilai ulangannya dan terkaget-kaget lah dia) “WHAT? This is impossible!”
Jessica : “lo kenapa sih? Kayak kebakaran jenggot aja!”
Abel : “look at this! That’s not true!”
Dinda,Jessica,Sesil : (sambil melihat kertas Abel heran) “Oh,m-y G-o-d!”
Rachel : “kenapa Bel? Kertas lo kebakar ama bebek merah ya?” (sembil mengejek dari tempat duduknya)
Rachel, Dewi, Elsha tertawa terbengek-bengek.
Abel : “Iiihhhhh! Gue gak terima! Dia harus cepat kita kasih pelajaran,Din! Huh!”
Dinda : “oke, lo tenang aja. Ntar pas pulang sekolah kita geraknya.” (tersenyum sinis)
(theme song: lagu kotak-beraksi)
***
Ketika pulang sekolah, Rachel berjalan kearah Perpus untuk mengembalikan buku yang kemaren dia pinjem. Saat melewati koridor yang udah sepi, tiba-tiba geng “Byuti” yang emang sengaja nunggu menarik kasar tubuh Rachel kedinding.
Dinda : “eh,lo! Anak baru! Gak usah sok-sok an ya disini!”
Sesil : “hah, bener tuh!”
Abel : “iya! Baru dapat nilai bahasa inggris tinggi dikit aja belagu!”
Sesil : “hah, bener tuh!”
Rachel : “oh, jadi kalian beraninya Cuma keroyokan nih?” (berkata sinis)
Jessica : “Eh, diem lo! gue bilangin ya ama lo, lo tuh udah jelek, pendek, idup lagi! Gak usah bertingkah disekolah ini!” (sambil menjitak kepala Rachel)
Abel : “Yeah, that’s right! And we are perfectly! So, awas lo berani ngeledekin gue lagi!” (sambil menjitak juga kepala Rachel), gue setrika mulut lo!”
Sesil : “hah, emang siapa yang kusut bajunya ?
Dinda,Abel,Jessica : “SESIILLL!”
Jessica : “plis deh! 1 hari ini lo pinteran dikit napa?! Mending lo diem aja deh! Kita ini serius!”
Sesil : “ya maap…huh salah lagi deh”
Dinda : “dan elo! Kalo emang masih pengin sekolah disini, lo harus nurut ama perintah gue! Gue bisa aja dengan gampangnya buat lo keluar dari sekolah ini, NGERTI LO!
Rachel : “Lo kira gue takut ama ancaman kacangan lo!” (sambil mendorong tubuh Dinda).
Dan bertengkarlah mereka habis-habisan, saling menjambak, mendorong, memaki, hmpp…apa lagi ya?? Tiba-tiba datang Dewi dan Elsa. Teng tererengg terenggg….
Elsha : “BERHENTI! KALIAN JANGAN KEROYOKAN GITU DONG! KALO MAU, AYO KITA SELESAIKAN SECARA BETINA!” (sambil berkacak pinggang)
Abel : “shut up! Don’t ikut-ikut campur deh lo!” (sambil menunjuk kearah Elsa)
Dewi datang menghampiri sambil berlari-lari kecil diikuti oleh Elsa.
Dewi : “astagfirullah, istigfar teman-teman! Kalian sedang dikuasai setan!” (mencoba melerai)
Dinda : “Eh, lo emak-emak! Gak usah sok ceramahin deh!”
Dewi : “Rasulullah SAW. Pernah bersabda yang intinya kita gak boleh saling bertengkar karena itu
perbuatan tercela dan diLAKNAT Allah swt! (berkata berapi-api sambil menunjuk-nunjuk)
Abel : (sambil mendorong tubuh Dewi hingga terjatuh) “alaahhhh! Gue gak butuh kotbah lo,tau!”
Rachel : “eh, santai dong lo!” (sambil mendorong tubuh Abel)
Sesil : “gak boleh dorong-dorong kata Allah!”
Dan mulailah mereka bertengkar kembali. Sedangkan Dewi duduk bersimpuh sambil memejamkan mata dan berkomat-kamit memegang tasbihnya. Dan ketika itu sebuah tepuk tangan yang dasyat nyaringnya menghentikan mereka…
Aditya : “Sudah puas bermainnya nona-nona?”
Spontan mereka semua melihat kearah sumber suara.
Dinda : “kakak? Ngapain lo kesini?”
Aditya : “gue disuruh mama ngejemput lo, karena mobil mau dipake” (jawabnya datar) gue tadi nyariin lo, eh ternyata ada disini. Ayo pulang! (kini suaranya membentak).
Dinda : “inget! urusan kita belum selesai!” (Dinda memandang tajam Rachel) “ayo,guys! Cabut!” (mengajak teman-temannya menghampiri Aditya)
Jessica : “awas lo!” (mendorong pelan Elsha).
Rachel memandang Aditya dengan perasaan yang bercampur aduk. Seperti menjawab pikiran Rachel…
Aditya : “lo Rachel kan?” (Tanyanya lembut sambil menunjuk kearah Rachel)
Yang ditanya malah bengong.
Dinda : “lo kenal kak?” (Tanyanya heran) dia inilah musuh aku disekolah.
Aditya malah mengacuhkan kata-kata adikknya.
Aditya : “wahh, kebetulan sekali. Ternyata kamu satu sekolah dengan adikku ya? dunia sempit sekali.” (sambil tersenyum)
Dinda : “udah, ayok pulang!” (sambil menarik tangan aditya ).
(theme song :Ungu-Terlanjur Cinta)
Rachel besama Elsa masih terbengong ditempat.
Elsha : “Hel, itu Aditya yang kemaren nolongin lo ditoko buku,kan?”
Rachel : “ya, dan dia ternyata kakaknya Dinda” (menjawab dengan tampang tanpa ekspresi).
Elsha seperti mengerti perasaan sahabatnya itu, lalu dia mengusap-usap pundak sahabatnya itu
Elsha : “sabar ya…udah yuk pulang”
Terasa keheningan, Dewi membuka mata.
Dewi : “loh, udah selesai ya perangnya?” (tampang polos masih keadaan bersimpuh).
Elsha : “yaelah…dari tadi malah. Lo tidur ya tadi? Yuk pulang” (sambil menarik tangan Rachel dan bejalan pergi)
Dewi : “hah? Iya ya?” (sambil bertopang dagu mikir) “nah, loh? Mereka mana?” (berdiri dan celingukan) “woyyy!!! Tungguuuu!!! (berlari mengejar)
(lagu reff Audi-Untuk Sahabat)
***
Dan dua hari kemudian, tepatnya dihari minngu. Didalam sebuah kamar, terbaring lemah seorang cewek sambil memegangi ponselnya. Kayaknya sih dia lagi nelpon orang gitu dehh…
Dinda : “kemana sih si Abel? Dari tadi gak diangkat!” (mengerutu)
Lalu terdengar suara disebrang sana.
Abel : “hello,Din? Whats up,baby?”
Dinda : “temenin gue kedokter yuk! Orang rumah pada pergi nih gak tau kemana, tenggorokan gue sakit banget dan kepala gue pusing”
Abel : “aduh,Dindaaa… it’s weekend you know? Sorry I can’t, I must going to Salon.”
Dinda : “please dong Bel…masa lo tega sih ama gue?”
Abel : “I’m very very sorry, hunny. How about Jessica? May be she can help you.”
Dinda : “okay, I wiil try, thanks!” (lalu Dinda menutup ponselnya dan mulai mengetik beberapa nomor)
Terdengar nada sambung disana
Jessica : “hallo, ada apa Din?”
Dinda : “Jess, tolongin gue kedokter yuk! Gue gak enak badan nihh”
Jessica : “tumben? Emang orang rumah pada kemana?”
Dinda : “bokap ama nyokap gue ke kondangan.”
Jessica : “kak Aditya?”
Dinda : “dia pergi bareng teman kuliahnya, aduhh tolong dong, lo jmput gue ya”
Jessica : “aduh, gue lagi jalan nih bareng Roland, hehe”
Dinda : “Kampret lu! Kirain mau nolong juga ampe nanya-nanya gitu! Tolonglah Jess, bentar doang… kalo gak lo Cuma….tut…tut…tut…halo? halo? Halo jess?”
Tiba-tiba telpon udah ditutup oleh Jessica.
Dinda :”KURANG AJAAAR…! Dasar Kuntilanak laut! Kucing garong saos mentega! Monyet bunting ketiban kardus!”
Mau tak mau Dinda nelpon Sesil yang rada bloon itu. Dia lalu memencet beberapa nomor dan meletakkannya ditelinga.
Belum sempat mau ngomong, si tante-tante operator udah merepet panjang lebar.
Nomor yang ada tuju sedang macet, silahkan menghubungi beberapa abad lagi..
Dinda : “SIALAN ! kemana sih mereka semua? Dibutuhin gak ada! Oke, gue bisa kok tanpa lo pada!”
Sambil sedikit mengiris kesakitan, eh gak ding! Salah. Emang mau mengiris Bombay apa! M-E-R-I-N-G-I-S! Dinda bangkit dari kubur, eh! Tempat tidur. Dengan jalan tersungkur-sungkur dia mengambil kunci mobil dan berjalan menuju garasi.
Setelah sampai di apotek dan membawa beberapa obat, Dinda berjalan perlahan-lahan menuju mobilnya. Tiba-tiba kepalanya terasa berat dan semakin nyut-nyutan, semua pandangan buram seketika, dan tanpa aba-aba lagi, tubuh Dinda sukses terjatuh kejalan. Orang-orang disekitar hanya melihat kasihan, tak ada sebiji pun orang yang berani menganbil resiko menolongnya. Seperti tamu tak diundang, dan seperti hujan penuh berkah, kebetulan Rachel CS melewati tempat terbaringnya
Dinda. Dari kejauhan, dengan siap sedia mereka cepat-cepat menghampiri raganya Dinda.
Dewi : “ya Allah…bukankah ini Dinda?” (sambil mengamati heran)
Rachel : “iya! Ya ampun…yok kita bawa ke klinik terdekat” (sambil mencoba mengangkat).
Dewi : “ayo ayo!” (menbantu Rachel memegangi tubuh Dinda).
Rachel : “aduh…berat. Eh,Sha! Lo kok diem aja sihh?! Bantuin dongg!”
Elsha : “ogah mah gue! Dia kan udah jahatin kita! Biar aja dia disini ampe mampus!” (sambil memeluk kedua tangannya didada)
Dewi : “astagfirullah alaziiiimmm…Elsa…sadar Sha! Dia kan teman sekolah kita.” (sambil mengelus dada).
Rachel : “iya, ntar kita yang berdosa membiarkan orang yang lagii kesusahan, ayolah Sha, kali ini aja.” (sambil memohon).
Elsha : “POKOKNYA GAK MAU!!! TITIK! KALIAN AJA SANA!” (membentak).
Rachel : “yaudah, kita aja yuk wi, kita bawa ke depan dikit cari taxi.” (sambil memapah badan Dinda diikuti dengan Dewi).
Dewi : “aduh aduh…berat banget…”
Rachel : “sabar,sabar, dikit lagi.”
Elsha yang melihat kedua temannya itu kesusahan itu, pun akhirnya luluh juga. Dia berlari memanggil taxi kemudian membantu mengangkat tubuh Dinda dengan dibarengi tatapan haru Rachel dan Dewi.
***
Sesampai diklinik terdekat. Rachel terduduk lesu menunggu panggilan dokter. Lewat handpone Dinda yang tertinggal disakunya, Rachel sudah menghubungi keluarga Dinda yang saat ini sudah dalam perjalanan. Sedangkan Elsa tampak mondar-mandir gelisah. Melihat tingkah temannya yang kayak setrikaan itu, Dewi jadi naik pitam.
Dewi : “aduhh,Elsaaa….! Lo bisa gak sih duduk diam aja disini.” (berkata lembut).
Elsha : “gak,bisaaa,wiiii!! Gue khawatirr! Ampe sekarang dokternya aja belum kelar meriksa si
Dinda. Padahal kan tadi Cuma pingsan, mana keluarganya belum ada yang datang seekor pun lagi, huh.” (masih sambil mondar-mandir).
Dewi : “yaudah…mending kita berdoa aja disini biar gak terjadi apa-apa ama si Dinda, ayok berdoa mulai! Yasiiiinnn…” (sambil mengangkat kedua tangannya)
Elsha : “Eh, KAMPRET LUU! Emang si Dinda udah mati apa?!”
Dewi : “eh, iya! Salah ya? Ulang-ulang! Bismillahirahmani rahim, allahulaila hailla huwal hayyum qayyum…”
Elsha : “ya elaahhh! Lo kira kita lagi digua hantu apa mau ngusir sitan?!”
Rachel : “udah, udah…kalian ini apa-apain sih?! Kita lagi dirumah sakit, gak boleh berdebat gitu, mending kita berdoa aja didalam hati,oke?!”
Dewi : “iya-iya maaf”
Dan mulailah mereka berdoa dalam hati masing-masing sambil menunduk dan memejamkan mata. Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka.
Aditya : (sambil menepuk bahu Rachel dari samping yang sedang terpejam ditempat duduknya) “hai, udah lama nunggu ya?”
Rachel : ( gelagapan) “Eh,iya. Maaf kak ketiduran”
Aditya : “eh,gak-papa-gak-papa, thanks ya udah mau nolongin Dinda, kalo gak ada kalian, kakak gak tau deh apa yang akan terjadi.”
Rachel : “i-iya kak, itu Rachel hanya kebetulan lewat aja kok tadi, (sambil celingukan), hmm…kakak sendiri? Mana orang tua kakak?”
Aditya : “iya kakak sendiri, orang tua kakak lagi diluar kota ngurus bisnis keluarga.”
Rachel : (mengangguk-angguk paham), hmm…”
Tiba-tiba seorang dokter keluar menghampiri mereka. Dan bertanya kearah Rachel.
Dokter : “anda keluarga dari saudara dinda?”
Rachel : “bukan,dok. Saya teman sekolahnya.”
Dan aditya langsung menyela.
Aditya : “saya, kakaknya, dok!”
Dokter tersebut mengamati sejenak wajah aditya dibalik kacamatanya.
Dokter : “mari ikut keruangan saya (lalu beralih menatap Rachel), dan saudara Dinda bisa kalian
lihat, karena beliau sudah siuman”
Aditya mengikuti langkah dokter tersebut, sedangkan Rachel Cs berjalan menuju ruang rawat Dinda.
Ketika masuk, mereka sudah disambut dengan senyuman ramah Dinda.
Rachel : “hai,Din! Gimana? Udah enakan?” (menarik kursi dan duduk disamping ranjang Dinda diikuti kedua temannya).
Dinda : “hmm. Iya (sambil mengangguk), thanks ya udah mau nolongin gue.”
Rachel : “iya-iya, eh mana teman-teman lo? Mereka udah tau kan lo disini?”
Mendengar pertanyaan itu, Dinda langsung tertunduk diam menatap bantal yang dipeganginya. Tampak raut sedih diwajahnya. Rachel yang menyadari hal itu, langsung menatap kedua temannya sambil mengangguk kepala tak mengerti.
Dinda : (sambil tertunduk lesu) “gue gak tau, mereka sibuk ama urusan masing-masing”
Rachel,Elsha,dan Dewi tertunduk diam prihatin.
Dinda : (tiba-tiba menangis) “gue…gue…minta maaf ya ama lo semua atas perlakuan gue yang jahat ke elo”
Rachel mengusap punggung Dinda.
Rachel : “sstt! Udah udah, gue udah maafin lo kok dari kemaren, gue gak ada benci ama lo…ya kan, wi?”
Dewi : “ya, saling minta maaf itukan termasuk perbuatan terpuji…”
Kini Rachel menatap ragu kearah Elsha. Dengan hati-hati ia bertanya.
Rachel : “Sha?”
Elsha : “hmm…emang sih selama ini lo udah keterlaluan… tapi, gak ada salahnya kan gue memberi lo kesempatan buat nebus semuanya”
Mata Dinda pun berbinar-binar senang.
Dinda : “makasii ya…makasiii bangett…” (dan berpelukanlah mereka ber-4)
(theme song : nidji – arti sahabat)
Pagi harinya keajaiban dunia terjadi, dinda berjalan berdampingan bersama musuh besarnya. Siapa lagi kalau bukan RACHEL ! semua mata tertuju kepada mereka, terutama geng Byuti. Mereka melongok layaknya orang terhipnotis. Perasaaan heran, marah, bingung udah campur aduk kayak pecel. Seketika geng Byuti langsung melesat bak petir ke arah dinda. Dan sejurus pertanyaan langsung tertuju kepada dinda.
Abel : “dinda ! what are you doing with her ? tell me now !”
Jessica : “iya, kok bisa lo ma dia ?”
Sesil :” iya neh, kok pergi sama mereka nggak ngajak-ngajak kami. ( dengan muka sebel)”
Abel, Jessica: “Shut up, sesil !”
Sesil : ( langsung diam)
Dinda : “emang ne semua penting buat lo lo pada ?”
Abel :” of course ! so tell me now.”
Dinda :” oh, ne penting buat kalian ya ? tapi kalau gue minta lo nemenin gue ke rumah sakit, nggak penting ya ? oh thank’s God, gue baru sadar kalau hal sepele gene baru penting menurut kalian !”
Jessica : “apa sih maksud lo ! gue nggak ngerti.”
Dinda : “asal kalian tahu ya! Kemarin tu gue masuk rumah sakit, and gue bersumpah kalau kalian nggak ada satu pun yang tau! Kalian tu lebih mentingin diri kalian sendiri tau nggak ! “
Abel :” lo masuk rumah sakit babe ? I’m sorry, I don’t know.”
Dinda : “nggak tau? Bagus ! ( berlalu pergi dan berhenti sebentar ) dan satu hal lagi, di saat tu yang nolongin gue malah musuh gue sendiri !”
Jessica : “dia ! ( menunjuk rachel)”
Dinda : “iya, jelas!”
(theme song : five minutes – salah apa )
Dikantin, geng Byuti berkumpul dan membahas masalah yang tadi terjadi. Tampaknya mereka merasa bersalah karena telah menelantarkan dinda. Walaupun mereka sedikit kesal karena menganggap mengapa Rachellah yang harus menolong dinda di saat itu. Padahalkan diluar sana masih ada beribu-ribu mahluk yang dapat nolong dia gitu.
Jessica : “hem, kenapa sih harus dia yang nolong !”
Abel : “yups, pasti tu cewek udah ngerasa jadi pahlwan kesiangan gitu!”
Jessica : “and udah ngerasa menang ! shit!”
Abel :”hello girl! Ngapa lo diem aja ? lo nggak marah gitu sahabat kita direbut ma si Rachael ?” (sedikit emosi )
Sesil :” ehem, menurut gue ya rachael tu nggak salah.”(berkata dengan datar)
Jessica : “apa lo bilang!” ( langsung diam )
Sesil : (memotong pembicaraan Jessica) “syuut ! seharusnya kita tu berterima kasih ma mereka bertiga, karena kalau nggak ada mereka gimana nasib temen kita si dinda ? mungkin dia nggak bakal selamat kali ! and satu hal lagi, kita seharusnya minta maaf ma dinda karena kita udah egois ma dia! Bukannya malah mikirin balas dendam and balas dendam aja.” ( dengan nada berwibawa)
Abel :” lo bener say ! that’s so brilliant !” (sambil tersenyum)
Jessica :” tumben otak lo encer ! ya tuhan terima kasih kau telah sadarkan sesil ! karena jujur kami uda nggak tahan dengan ketulalitannya” ( sambil menadahkan tangannya ke atas )
Abel : “gue nggak nyaka lo bisa nyadarin kita berdua”( sambil memeluk sesil )
Sesil :”emang sesil tadi bilang apa?”(dengan polosnya)
Jessica, abel: “oh, my God ! (sambil kesel)
(theme song : gecko – pasti cemburu)
Setelah bel pulang sekolah, geng Byuti menunggu dinda di depan gerbang sekolah. Yaaa.. Bak mbak-mbak seles gitu! Dan tanpa berfikir panjang lagi mereka segera melesat menghampiri dinda dan Rachael.
Abel : “dinda …..!” (teriak abel sambil melambaikan tangan)
Dinda : (segera membalikan badan setelah melihat abel, Jessica & sesil )
Jessica : “dinda tunggu !” ( sambil menarik tangan dinda)
Dinda : “ apa lagi sih !” (sedikit marah)
Jessica : “dengerin penjelasan kami dulu dong!”
Dinda : “penjelasan apa lagi sih! Semuanya kan dah jelas !”
Abel : “no, is wrong! you must listen to us”.
Dinda : “ gue mau balik!” ( sambil berbalik pergi)
Sesil :” jangan pergi dinda! Please, dengerin kami. Kami Cuma mau minta maaf aja din.” (dengan
wajah sedih)
Dinda : (berhenti karena iba dengan sesil) “okay, kalian mau ngomong pa?.”
Abel :” okay, we want…”
Jessica : “udah deh bel, nggak usah pake acara ngomong sok kebarat-baratan gitu! Mending lo to the point aja deh”
Abel :”okay-okay! Just relax (sambil menenangkan Jessica). Gini loh kami bertiga mau minta maaf ma lo din. Kami tau kami salah, so please maafin kami ya din.”
Dinda :”hem…(menghela nafas) ya udahlah semuanya uda terjadi, so nggak ada yang perlu gue marahin lagi. Gian kalian juga uda nyadar.” (sambil menebarkan senyum tipis)
Jessica,abel,sesil : “makasih ya din.” (sambil memeluk dinda)
Abel : and one thing for you Rachael, kami bertiga thanks banget atas pertolongan lo ma dinda tempo hari.” (sambil tersenyum)
Rachael : ”ya masama.”
Sesil : “pulang yok, sesil uda laper nih”(sambil cemberut)
Abel : SESIILLL. …………………….! (kesal)
Semua : hahahahahaha. . . . sesil,sesil!(semua tertawa)
(theme song: ello-buka semangat baru)
***
Hello Dina,,,
BalasHapusBagus banget tuh nulisnya,,I admire,, you,,
Masih belia dah bagus,,, tingkatin truskemampuan menulisnya yah,, N please up to date in all,,
( find me at my blog:http://anakpulausamosir.blogspot.com )
Tapi isinya ngga banyak,, maklum ngga ada waktu buat nulis,, N pls jangan diejek yah???
Regards,,
Yogi Ringgo
Marthogi@gmail.com
Ph: 0813 72 643518
Hai juga, makasi loh atas postingannya. aku seneng deh :D okedeh ntar aku liat blog kamu :)
BalasHapus